H.Abdul Fattah,SH Bupati Batanghari Tersangka Kasus Armada Damkar, Tahun 2004H.Abdul Fattah,SH Bupati Batanghari Tersangka Kasus Armada Damkar, Tahun 2004NEWSKPKJAMBI HUKUM & KRIMINAL - Gelar kedua sidang Majelis Tipikor Jambi, dalam kasus pengadaan  Armada Damkar, Batanghari Tahun 2004, dengan tersangka H.Abdul Fattah,SH Bupati Batanghari, menghadirkan Lima Mantan Pejabat Batanghari sebagai saksi,  Selasa 27 Agustus 2013, siang tadi.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 09.15 WIB, dipimpin Eliwarti, dengan menghadirkan Lima Mantan Pejabat Pemda Batanghari. Mereka adalah, H. Burhanuddin Mahir,SH Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bantanghari, kini Bupati Muaro Jambi. Yazirman, Mantan Ketua Bappeda Kabupaten Batanghari, kini Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemda Provinsi Jambi.

Selain dua pejatan tadi, Azrudin. Mantan Sekwan DPRD Batanghari 2004, Syargawi Usman, Pensiunan Pegawai Negeri Sipil Pemda Batanghari, dan  Usman Tarudjin, Pensiunan PNS yang juga adalah Mantan Kakan Perkotaan Pemda  Kabupaten Batanghari.

Kelima saksi, yang dihadiri dalam sidang kedua kali ini, akan terus berlanjut, menghadirkan beberapa orang saksi, pada sidang ketiga, Selasa, pekan depan.

Seperti dalam Sidang Perdana, minggu lalu, dengan agenda pembacaan dakwaan. H.Abdul Fattah,SH yang didakwa melanggar dua pasal. Dakwaan Primair, Pasal 2 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP, dan Dakwaan Subsidair Pasal 3 dalam undang-undang yang sama.

Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalur Dua Kompleks Perkantoran Gubernur Jambi, Telanaipura, Kota Jambi. Terlihat macet, dipenuhi kendaraan berkuda, Water Canon, dan Mobil Kawat Baja Berduri, PHH, dari Polresta Jambi, dan Satuan Brimob, Polri Jambi. Terlihat juga, masa simpatisan, Bupati Batanghari, duduk-duduk  diaspal, badan  jalan.(ft/dok/Neone-A.Roni).Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalur Dua Kompleks Perkantoran Gubernur Jambi, Telanaipura, Kota Jambi. Terlihat macet, dipenuhi kendaraan berkuda, Water Canon, dan Mobil Kawat Baja Berduri, PHH, dari Polresta Jambi, dan Satuan Brimob, Polri Jambi. Terlihat juga, masa simpatisan, Bupati Batanghari, duduk-duduk diaspal, badan jalan.(ft/dok/Neone-A.Roni).

Hari ini, Lanjutan sidang. Kasus dugaan korupsi Pengadaan Armada Mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Batanghari Tahun 2004, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Jambi dengan agenda pemeriksaan saksi. Salah seorang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah  H.Burhanuddin Mahir, SH Bupati Kabupaten Muaro Jambi. yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Batanghari, Tahun 2004.

Dihadapan MH, H.Burhanuddin Mahir, SH menjawab Hakim, mengakui pada Tahun 2004 ada diajukan APBD-P secara kolektif, besaran anggaran cukup besar. Tapi, Burhanuddin Mahir,  “menyebut hal itu bukan domain dewan”. Setelah dibahas, kata Burhanuddin Mahir, “akhirnya ajuan anggaran, disetujui”. Saat pembahasan, “terdakwa Abdul Fattah tidak ikut, tapi dalam Rapat Paripurna Terdakwa ikut,” kata Burhanuddin Mahir, didepan Sidang Tipikor, Selasa hari ini.   

Ribuan Warga Simpatisan pendukung moral, atas disidangnya H.Abdul Fattah,SH Bupati Batanghari. Terlihat, mereka bajibun memadati Pintu Gerbang dan Pagar Kantor PN Jambi, dan sekitarnya. Walaupun, pihak PN Jambi sudah menggunakan pengeras suara, Tetapi, mereka tetap juga mendekati, ruang sidang Tipikor Jambi. (ft/dok/Neone-A.Roni).Ribuan Warga Simpatisan pendukung moral, atas disidangnya H.Abdul Fattah,SH Bupati Batanghari. Terlihat, mereka bajibun memadati Pintu Gerbang dan Pagar Kantor PN Jambi, dan sekitarnya. Walaupun, pihak PN Jambi sudah menggunakan pengeras suara, Tetapi, mereka tetap juga mendekati, ruang sidang Tipikor Jambi. (ft/dok/Neone-A.Roni).

Majelis Hakim (MH) sempat menanyakan apakah Bupati Batanghari saat itu, H.Abdul Fattah,SH ada menitipkan anggaran pengadaan Damkar, agar disetujui dewan. Burhanuddin Mahir mengatakan, "Tidak ada”. Saya juga tidak tahu, “masalah radiogram Mendagri. Saya baru tahu setelah bermasalah," sebut Burhanuddin Mahir.

Dirinya mengakui, ”tidak pernah bertemu dengan Usman T, soal pengadaan Damkar Batanghari”. Bahkan, Burhanuddin menyebut sempat terjadi,  “perdebatan di dewan, sebelum anggaran Damkar tersebut disetujui”.

"Pro dan Kontra,"  ada dewan, red yang setuju, ada pula yang tidak setuju. Tapi, "akhirnya setuju semua,"  katanya menjawab hakim disidang, Selasa tadi, pagi.

Hasil Paripurna, APBD-P disahkan menjadi Peraturan Daerah setelah ditantangani bupati. Majelis menanyakan, “siapa yang menandatangani Perda,  "Bupati sendiri," kata Burhanuddin.

DPRD tidak mempersoalkan besarnya anggaran, karena jika besar anggaran dianggap wajar oleh eksekutif, maka legislatif akan menyetujui. Soal pelaksanaannya, “semua dilaksanakan oleh pihak eksekutif,  termasuk pembahasan tipe mobil juga disebut," jelasnya.

MH juga sempat meminta tanggapan H.Abdul Fattah,SH terkait keterangan Burhanuddin Mahir di persidangan. H.Abdul Fattah,SH menjawab. “Semua keterangan yang disampaikan Burhanuddin, benar semuanya”.

Nyelepot, diaspal jalan depan PN Jambi, mendengar proses sidang Tersangka Korupsi Armada Damkar Batanghari 2004. Mereka, berasal dari Kabupaten Batanghari, Selasa 27 Agustus 2013. (ft/dok/Neone-A.Roni).Nyelepot, diaspal jalan depan PN Jambi, mendengar proses sidang Tersangka Korupsi Armada Damkar Batanghari 2004. Mereka, berasal dari Kabupaten Batanghari, Selasa 27 Agustus 2013. (ft/dok/Neone-A.Roni).

Sementara, Yazirman Mantan Ketua Bappeda Kabupaten Batanghari ketika ditemui Reporter Media Online News KPK Jambi.Com, ditemui didepan Pintu Pagar Gerbang PN Jambi, usai persidangan menuturkan, dengan sedikit menghibur diri, Yazirman berujar, “sebagai seorang karib, kesaksian saya tulus,” ungkapnya dengan Logat Melayu Jambi yang kental.

Terlihat dari ekpresi wajahnya, Yazirman begitu tulus dan terharu, seraya mengeluarkan sebatang rokok dari saku bajunya. Sambil menenangkan perasaannya, mungkin,..?. Terlihat, dari bola matanya, air mata kejujuran, berlinang dikelopak matanya, “seakan-akan, membasahi bumi”.

Perasaan serupa, mungkin juga dialami oleh para pejabat Batanghari, dan hadir disini. Terbukti,  beberapa orang pejabat yang sempat dikonfirmasikan, Media Online News KPK Jambi.Com, tak satu yang menerima  telepon genggamnya. Kendati, telepon genggamnya aktif saat dihubunggi, tadi siang.

Sidang kedua, tersangka pengadaan Armada Damkar Pemadam Kebakaran Batanghari, mendapat simpatisan banyak pihak, termasuk pejabat dilingkup Pemda Batanghari. Mereka, hadir ke Jambi. Kehadiran mereka, selasa tadi, membuat kecewa warga Bathin XXIV yang akan berurusan, jadi batal. Kata, stafnya, “Pak Camat tidak berada ditempat, ke Jambi,” ungkap staf tadi, menjawab media Siber ini.

Kehadiran simpatisan, warga Kabupaten Bantanghari, guna menghadiri sidang tersebut, membuat macet ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani, Telanaipura. Sedikit ada 600 orang personil diturunkan pihak Polda dan Polresta Jambi, untuk mengamankan proses sidang, H.Abdul Fattah,SH tersangka korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp.561 Juta.

Sidang, akan berlanjut, Selasa depan, 03 Serptember 2013,  kembali digelar dan mendengar kesaksian, beberapa Pejabat Batanghari, yang lainnya. (Neone-Zainul Aris Amran & A. Roni/Gunadi). 

Share

Add comment


Security code
Refresh

Jajak Suara

Ini Dia Cagub Provinsi Jambi 2015-2020, Versi Media Siber Online News KPK Jambi.Com

Pengumuman Kehilangan Surat-Surat

Pengumuman Telah Tercecer / Hilang. Karena, Kelalaian SHM. Nomor : 814, Tanggal 08 MEI 1984 SURAT TANAH Nomor : 1504 Tahun 1985 Tertanggal 29 Agustus 1983 Dengan Luas 5000 Meter [ ... ]

IKLAN: MARHABAN YA RAMADHAN

MARHABAN YA RAMADHAN Kami Kepala, Kadis, Kaban, Kakan, Camat, Kades, Lurah, Kepala Puskesmas MENGUCAPKAN SELAMAT MEN [ ... ]

LOKER : Media Online, News KPK Jambi.Com

NEWSKPKJAMBI, LOWONGAN KERJA - Alhamdulillah, kini hadir Media Online News KPK Jambi.Com, di Kota Jambi, Provinsi Jambi dengan motto, “Bersama Rakyat, Merajut Informasi, Berantas Korupsi&rdqu [ ... ]